Postingan

Merdeka Periode Ini

Gambar
8 Juni 2018. Aku merdeka, pada bagian A. Untuk selanjutnya, biar semesta terus menerpa meski tanpa bicara dan tanpa ku tahu apa-apa. Sajakku lengkap, untuk salah satu pertanyaan yang jawabannya sudah terungkap. Jika nanti kalian bertanya,  apakah kamu sudah sarjana?  Maka ku jawab dengan senangnya,  sudah! Aku sudah merdeka!

Doa Mama

Ketika hujan tumpah, doa Mama turut pula membelah bumi yang basah. - Januari, 2018

Kau Pulang

Kau pulang demi bertemu ibumu sayang Kau pulang untuk kemudian lelahmu terbang Kau pulang lalu segalanya akan dikenang - Maret, 2018

Satu-Dua Sajak

Satu-dua sajak tentang kamu dan ingatan yang beriak Berulang-ulang ku tolak hingga akhirnya tak bisa ku elak - Maret, 2018

Kemarin Sore di Losari

Di trotoar kami menapakkan kaki Demi menghabiskan sore hari Memandangi losari Yang hampir setengahnya direklamasi Lalu nikmat Tuhan mana yang bisa didustai? Losari Tempat kami meluruhkan penat di hati Kami lihat kanan-kiri Bercerita hingga banyak sesi Memusingkan kepala sendiri Sementara berjalan kaki Bapak-bapak duduk bersantai di beberapa kursi Sambil meminum kopi Mengucap assalamualaikum kepada kami Sudah dijawab dalam hati Tapi Siapakah yang bisa mendengar kata hati? Kemudian seorang bapak menimpali “jawablah salamku! Jika tidak, neraka untukmu nanti!” Kami menunduk sambil mempercepat langkah kaki Lalu kutanya dalam hati Benarkah salamnya tulus mendoakan kami? Atau sekadar basa-basi? Sore berganti Adzan maghrib menggema di bumi Kami bersujud di tanah milik Ilahi Semoga selamat sampai mati - Agustus, 2017

Apa Saja dari Pertemuan

Sayang, bukankah pertemuan adalah sebuah perpisahan yang harus dipersiapkan? Ku pikir, sebuah pertemuan adalah pintu kemana saja. Pintu menuju masa lalu, sebab dalam pertemuan kita berbicara banyak, juga banyak berbicara. Tentang memori dan sakit hati. Kita juga pernah menggerutu sana-sini, perihal skripsi dan kapan dinikahi. Sering pula kita berbicara tentang masa depan yang terlalu terang, sampai-sampai sulit kita memandang. Setelahnya, bukankah beberapa prasangka akan memenuhi kepala? Tentang Tuhan yang menyusun rencana-rencana. Lantas berulang-ulang kita bertanya pada-Nya, “aku bisa apa? Bagaimana aku seharusnya? Kehidupan ini membuatku gila!” Kita lupa bahwa yang berpuasa pasti akan berbuka. Kita lupa bahwa di dunia ini semuanya tipu daya. Kita lupa, bahwa Tuhan mampu berbuat apa saja. Mengatur rotasi bumi pun kuasa, apalagi menyelesaikan masalahmu yang hanya hamba. Pada sebuah pertemuan pula kita banyak tertawa. Kemudian lupa bahwa bisa jadi besok kita ...

Sudah Tiba

Terima kasih kepada orang-orang baik yang kutemui dan kubersamai selama proses yang luar biasa ini. Terima kasih untuk siapa saja yang jika ketemuku, tanpa pamrih saling menyemangati dan menguatkan satu sama lain. Terima kasih juga kepada siapapun yang denganku jarang sekali bertatap muka, tetapi tetap untukku dilangitkan doa-doanya.  Terima kasih, semesta! - 30 Mei, 2018