Kemarin Sore di Losari
Di trotoar kami menapakkan kaki
Demi menghabiskan sore hari
Memandangi losari
Yang hampir setengahnya direklamasi
Lalu nikmat Tuhan mana yang bisa didustai?
Losari
Tempat kami meluruhkan penat di hati
Kami lihat kanan-kiri
Bercerita hingga banyak sesi
Memusingkan kepala sendiri
Sementara berjalan kaki
Bapak-bapak duduk bersantai di beberapa
kursi
Sambil meminum kopi
Mengucap assalamualaikum kepada kami
Sudah dijawab dalam hati
Tapi
Siapakah yang bisa mendengar kata hati?
Kemudian seorang bapak menimpali
“jawablah salamku! Jika tidak, neraka
untukmu nanti!”
Kami menunduk sambil mempercepat langkah
kaki
Lalu kutanya dalam hati
Benarkah salamnya tulus mendoakan kami?
Atau sekadar basa-basi?
Sore berganti
Adzan maghrib menggema di bumi
Kami bersujud di tanah milik Ilahi
Semoga selamat sampai mati
-
Agustus, 2017
Agustus, 2017
Komentar
Posting Komentar